3. Kelegaan hati seorang sahabat

Esok harinya rasa was-was itu masih saja dominan. Semalaman kupelajari materi-materi Linux, dll.. namun terlalu banyak topik yang harus di cover. Kuputuskan untuk konsentrasi pada beberapa hal yang kurasa benar-benar relevan dengan penerapan Linux di perusahaan.

Beruntung hari itu sedang tidak ada kelas yang harus kuajar sehingga aku bisa rada lowong.

Pukul menunjukkan 9 lewat 25 menit ketika Udin teman Linux engineerku datang. Ia memang selalu terlambat. Tapi aku tahu dedikasinya atas pekerjaan tidak diragukan lagi.

“Pagi Pak!”, seperti biasa katanya dengan semangat.
“Hai Din, pagi juga”
“Kenapa senyum-senyum terus pak?”

Ternyata aku tidak dapat menyembunyikan rasa antusias dan gugup.

“Iya nih Din.. ada interview..”, jawabku.
“Wah! Dari mana Pak?”
“Ga jelas juga, tapi kayaknya dari Singapura”
“Waduuhh.. canggih Pak”
“Hehe.., tapi saya grogi banget nih Din. Hari ini katanya mereka mau telpon lagi jam 3 sore”, jawabku sambil mengerutkan kening, teringat semua kemungkinan pertanyaan yang ada.
“Yakin aja Pak!”
“Iya Din”

Entah kenapa. Ada sesuatu dari sikap Udin yang boleh dibilang selalu menjadi inspirasi bagiku. Ketegaran dan kelegaan hatinya. Ia selalu bisa melihat sisi baik dari setiap situasi, betapapun tidak menyenangkannya. Memunculkan keberdayaan ditengah ketidakmungkinan.

“Ntar makan siang ayam bakar yuk, Pak”, teguran Udin membuyarkan lamunanku.
“Ayo Din, kebetulan berasa lagi pengen makan banyak nih”

Di dekat kantor ada sebuah kedai ayam bakar yang terkenal enak. Tidak terlalu mahal juga, cuma memang aku rada jarang kesana sebab kadang ramainya bisa membuat bete menunggu tempat. Siang itu beruntung sedang tidak terlalu ramai. Segera kupesan ayam bakar dada, ati ampela, dan tahu bakar. Nasi ekstra juga langsung dipesan, tidak pakai tunda-tunda lagi :)

“Mas, pesan yang sama buat Udin juga”
Kedai ayam bakar ini digawangin oleh dua orang pemuda. Yang seorang bertugas membakar ayam dan tugas memasak lainnya, yang satunya melayani pelanggan.

Asap ayam bakar harum yang mengepul dari panggangan membuat semua pelanggan yang ada disitu duduk dengan gelisah. Beberapa mengobrol, tetapi kebanyakan memandang ke arah panggangan dengan tatapan mata tidak sabar, termasuk aku.

Akhirnya… setelah menunggu seperti berabad-abad, datang juga pesanan kami. Setiap porsi dilengkapi dengan sepiring sambal goreng istimewa lengkap dengan beberapa lembar daun salada, kol, dan timun.

Setelah cuci tangan sekedarnya di tempat yang disediakan,
“Sikat Din”, kataku tanpa menunggu aba-aba sambil menyuap nasi dan secuil ayam dengan tangan tanpa sendok.

Memang lezat sekali. Selama beberapa menit kita makan tanpa berkata-kata. Ketika masuk ke piring kedua, barulah kita mulai mengobrol.

“Sedang sibuk apa Din?”
“Biasa Pak, proyek A”, kata Udin sambil mengelap peluh di dahi. Semua orang yang makan disitu memang terlihat berkeringat, entah karena memang tempatnya panas, tapi yang jelas sambalnya memang top.

“Belum selesai juga toh. Masih sering pulang malam dari sana?”, aku tahu proyek A ini merupakan proyek yang cukup mempunyai cerita panjang.

“Iya Pak. Mereka minta ini itu cepat”
“Tenang Din, kamu kerjakan sebisa kamu. Pasti semuanya akan beres”

Nasi piring kedua telah hampir habis, tapi lauk ampela dan tahu bakar masih ada. Aku tergoda untuk menambah piring ketiga, tapi dengan sekuat tenaga dapat kuusir rasa itu, mengingat berat badanku yang telah over 5kg lebih.

Sekembalinya ke kantor kami sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Udin sibuk dengan script iptablesnya, dan aku sibuk dengan…. persiapan interview. Kupraktekan kembali beberapa topik yang kira-kira akan ditanyakan.

Tidak terasa jam telah menunjukkan pukul 3 sore, dan benar saja, tiba-tiba handphoneku berbunyi. Di layar tercantum kembali seperti kemarin “No number”.

“Nah ini dia Din….”
“Good luck, Pak! Pasti Bapak bisa”, kata Udin menyemangatiku.

Dengan tangan sedikit dingin karena grogi dan menghela nafas panjang, kujawab handphoneku.
“Halo….?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>