19. Renungan akhir tahun: Pengembaraan Rohani dan Mukjizat Doa (I)

Singapura, jam 6 sore, ruang server, suhu 21 derajat Celcius
Kuperhatikan tumpukan kardus2 yang baru saja tiba tadi siang. Mereka berisi beberapa buah blade server dan xSeries berikut komponen2nya. Satu hal yang cukup mengejutkanku, ternyata server yang dibeli secara internal datangnya masih belum dirakit, jadi kita sendiri yang mesti merakitnya seperti CPU, memory, harddisk, dan power supply tambahan. Dan yang membuatku sedikit grogi adalah harga server2 ini mencapai puluhan ribuan dolar, jadi kalau sampai salah rakit bisa repot.

Hembusan angin dingin dari AC mengingatkanku untuk segera memakai jaket RHCE-ku. Tidak lupa kupakai juga topi baseball dari Suse Linux.

Kuputuskan untuk merakit blade server dahulu sebab lebih urgent. Beruntung kira2 sebulan lalu aku telah berhasil merakit sebuah blade server tipe yang sama, jadi kali ini akan lebih lancar. Ku keluarkan servernya dari dalam kardus dan kuletakkan di atas kardus lain sebagai ‘meja’. Kucari kardus2 lain yang berisi memory, processor, dan harddisk.

Setelah semuanya siap, kupejamkan mata sambil mengambil nafas panjang. Satu hal yang paling beresiko dalam merakit server ini adalah listrik statik yang ada di tangan/tubuh kita. Sebab listrik ini bisa merusak komponen2 sensitif seperti memory dan processor.

Cara pencegahannya adalah dengan memakai static wrist belt, tapi karena tidak punya, maka cara lain adalah dengan selalu menyentuhkan tangan kita ke permukaan logam dari casing server selama beberapa detik, dan juga hindari menyentuh bagian logam dari memory dan processor. Juga hindari jangan terlalu banyak bergerak sebab akan menciptakan listrik statik.

Perlahan2 kumulai merakit… semuanya dengan kecepatan 1/2 dari normal, seperti seolah2 slow motion di film2. Sebab dari pengalaman, tidak baik bila gegabah dan cepat2 di dalam hal rakit-merakit komputer, terutama komputer yang berharga puluhan ribu dolar :)

Satu blade…. dua blade.. tiga…
Kulirik jam tangan, tidak terasa jam telah menunjukkan 8 malam lewat. Kupasang blade pertama ke dalam chassis masternya. Lampu indikator berkelap kelip tanda bahwa sang chassis sedang melakukan proses deteksi adanya anggota blade baru. Sebuah chassis ini bisa menghandle max 14 blade. Saat ini telah terpasang 6 blade, tambahan 1 ketujuh ini. Proses deteksi bisa memakan waktu 3-5 menit. Setelah dari console chassis kulihat bahwa blade berhasil di deteksi, ku hidupkan power blade server tersebut. Di layar monitor terlihat logo pabrik dan proses diagnosis berjalan.

Tiba2… upsss… Ada error.. di memory. Memory yang terdeteksi cuma 28GB dimana seharusnya 32GB. Ku ulangi proses booting, tetap sama.. hanya 28GB terdeteksi dan dilaporkan memory slot ke-6 telah di disable otomatis karena error.

Segera ku google “HS22 ECC Uncorrectable Error” dan kutemukan beberapa kemungkinan penyebab dan solusinya. Pertama dikatakan mungkin memorynya kurang kencang terpasang di slot. Kedua kemungkinan memorynya corrupt (mungkin karena listrik statik). Ketiga kemungkinan slotnya sendiri yang rusak.

Dalam hati kuberharap bahwa error ini hanya karena memorynya kurang tepat terpasang. Kumatikan blade tersebut lewat console dan kukeluarkan dari chassisnya. Kucopot memory nomor 6 dan memasangnya kembali.

Semuanya masih dalam slow motion. Kupasang kembali bladenya ke dalam chassis.. tunggu 5 menit untuk proses deteksi, dan akhirnya kuhidupkan.

Mataku terpaku ke layar monitor.. apakah error itu masih ada? Tak terasa jantungku berdetak lebih cepat.. Dan… ternyata memorynya masih hanya 28GB yang terdeteksi!

Kini keringat dingin mulai muncul di dahiku… Sebab harga memory server seperti ini cukup mahal, mencapai ratusan dolar. Kalau sampai corrupt….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>