20. Renungan akhir tahun: Pengembaraan Rohani dan Mukjizat Doa (II)

Kucoba reboot sekali lagi, tetap error yang sama. Aku semakin grogi. Tapi tiba2 sebersit ide muncul di benakku. Segera ku reboot sekali lagi dan masuk ke dalam BIOS (di dunia blade tipe baru disebut UEFI (Universal Extensible Firmware Interface).

Di bagian menu memory kuperiksa.. benar saja. Posisi memori ke-6 masih dalam posisi disabled. Pantesan! Ku-enable dan ku reboot kembali servernya.

Kali ini proses booting berhasil tanpa error sesuatu pun. Dalam sekejap rasa lega menyeruak di dalam hati. Spontan aku bergumam, “Terima kasih Tuhan”.

Kulanjutkan menginstall VMware ESXi, sambil menunggu proses installasi yang cukup lama kuhidupkan Google Chrome dan mulai browsing Youtube.

Kuputar playlist youtube favoritku, lagu2 dari Maria Shandy. Lagu pertama adalah “Tuhan Pasti Sanggup”, duet dengan Mike Idol.

“Kuatkanlah hatimu…
Lewati setiap persoalan…
Tuhan Yesus slalu menopangmu…
Jangan berhenti harap padaNya…

Tuhan pasti sanggup…
TanganNya takkan terlambat tuk mengangkatmu…
Tuhan masih sanggup…
Percayalah, Dia tak tinggalkanmu…”

Di tengah2 gaduhnya suara server2 yang berdengung, tapi entah kenapa lagu ini dapat terdengar begitu jelas dan bening.

“Tuhan pasti sanggup…
TanganNya takkan terlambat tuk mengangkatmu…”

Tidak terasa telah hampir 1,5 tahun aku merantau di Singapura dengan pekerjaan yang boleh dibilang “menantang”. Dimana 80% kehidupan kita adalah untuk bekerja.

Kuingat ketika iseng2 melamar lewat website IBM, ketika tiba2 menerima telpon interview, ketika kemudian dikabarkan diterima kerja, ketika pamitan dengan keluarga, ketika pertama kali masuk kantor, ketika sehari2 mulai harus berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, ketika pertama kali berucap dalam hati “Oh begini toh rasanya kerja di IBM Singapur :)”, ketika pertama kali merasa stress karena kerjaan yang bertumpuk2, ketika pertama kali berkunjung ke Singapore Zoo bersama istri, ketika shock pertama kali kena marah oleh boss sampai tidak bisa tidur, ketika merasa pekerjaan semakin terlalu berat sehingga terpikir untuk menyerah, ketika saling menghibur bersama istri karena pekerjaan kita berdua terasa berat sekali, ketika diberi tahu bahwa kontrak diperpanjang, ketika pertama kali menghandle server2 dan storage yang mahal, ketika berhasil menyelesaikan half marathon…..

Terasa betapa panjang dan banyak kejadian yang telah kualami disini. Rasa haru itu semakin bergejolak karena dapat kurasakan di semua kejadian itu, baik yang menyenangkan maupun yang tidak, semuanya itu terjadi di dalam kasih Tuhan. Hal2 yang awalnya terlihat tidak menyenangkan, sebenarnya setelah beberapa waktu, dapat kulihat itu sebenarnya adalah blessing in disguise.

Siapakah aku ini Tuhan, seorang manusia yang berdosa, namun Kau selalu menyertai dan mengasihiku.

Penutup…
“Kasih SetiaMu”.

“Kasih setiaMu yang kurasakan…
Lebih tinggi dari langit biru…
KebaikanMu yang telah kau nyatakan…
Lebih dalam dari lautan…

BerkatMu yang telah kuterima…
Sempat membuatku terpesona…
Apa yang tak pernah kupikirkan…
Itu yang Kau sediakan bagiku…

Siapakah aku ini Tuhan?
Jadi biji mataMu…
Dengan apakah kubalas Tuhan…
Selain puji dan sembah Kau…”

Terima kasih Tuhan.
Amin.

Singapura, 18 Desember 2009

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>