Sebuah Perenungan Alam Semesta

Silahkan ditonton film Carl Sagan ini. Resapi baik2 dan kemudian masuk kamar kamu, matikan lampu dan tiduran yang nyaman. Kemudian bayangkan kembali film tadi. Bayangkan kamu melayang terbang, keluar dari kamar kamu, ke atas rumah, terbang ke sekolah kamu, kalau perlu ajak juga terbang pacar kamu, terbang ke atas kota kamu. Lihat lampu gedung dan lampu jalan berkerlap kerlip, makin kecil…. terbang semakin tinggi… sampai akhirnya terbang ke angkasa luar, melihat keindahan bumi yang berwarna biru putih cemerlang.Terbang terus! Melewati Bulan, melewati Mars. Tahan keinginan kamu untuk mendarat di Mars, terbang terus! Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus! Kamu menengok ke belakang dan Bumi hanya terlihat seperti sebuah titik kebiru-biruan. Kamu mempercepat terbang kamu, dan akhirnya matahari pun hanya tinggal sebuah titik bintang di antara milyaran bintang yang lain yang ada di Bimasakti.

Kamu melihat sekeliling kamu, bintang2 tidak terhitung jumlahnya, dan… kamu merasakan keheningan yang sangat. Tidak ada siapa2 lagi. Hanya kamu…. dan alam semesta. Tidak! Kamu berteriak tapi tidak ada suara apapun keluar dari mulut. Kamu panik! Kamu berusaha terbang untuk kembali ke Bumi tapi justru kamu terbang makin menjauh dari Bimasakti, sampai akhirnya kamu bisa melihat spiral2 lengan galaksi tempat tinggal kamu. Kamu pasrah dan membiarkan dirimu terbang terus, dan di kejauhan kamu melihat galaksi2 lain mulai bermunculan di sekeliling kamu.

Oh! Tiba2 kamu dilingkupi perasaan yang aneh. Perasaan takut sebab kamu merasa kecil sekali. Kamu ingat telah berapa jauhnya kamu terbang. Trilyun-trilyunan kilometer dari Bumi. Dan lihatlah bintang dan galaksi2 itu. Di dalam sebuah galaksi terdapat milyaran bintang, dan di dalam bintang2 itu mengorbit berapa banyak planet2! Dan di sekeliling kamu tidak terhitung banyaknya galaksi2!

Tapi tiba2 sebuah pikiran tercetus di dalam hatimu. Rasa takut berganti menjadi sebuah rasa takjub dan rasa damai… Betapa luasnya alam semesta ini! Tidak terkira luasnya!!

Tiba2 sebuah senyum mengembang di bibirmu dan kamu tidak menahan dirimu untuk tertawa. Betapa ribetnya hidup manusia! Selalu penuh pertentangan, perselisihan, berkelahi, berbaku hantam, berperang, saling membunuh! Betapa konyolnya! Hidup manusia hanyalah ibarat setitik debu di alam semesta yang maha luas ini. Mengapa harus saling membenci?

Hiduplah saling damai dan berpetualanglah ke seluruh penjuru tata surya, ke seluruh alam semesta!

Kamu pun tersenyum dan melihat sekelilingmu atas keindahan alam semesta yang maha luas ini… Apakah… kita… sendirian…?

Singapura, 14 Mei 2013.

(Versi lainnya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>