12. Don’t worry, be happy. (III)

Kuputuskan untuk keluar ruangan dan melihat apa yang terjadi. Ruangan server yang satu lagi berada di sebelah ruangan server tempatku sekarang, tapi pintu masuknya berada di ujung koridor, dan sekarang ini kondisinya gelap karena memang proses packing barang-barang disana telah beres dan karenanya lampu dimatikan. Aku sedikit ragu-ragu sebelum kumulai melangkah. Continue reading

9. Sate.. soto ayam.. yang.. menegangkan (II)

Tiba-tiba susah sekali rasanya menelan makanan yang masih berada di dalam mulut saking gugupnya. Hampir saja aku tersedak.

Posisi dudukku adalah menghadap jalanan, jadi aku membelakangi stall tempat si Bapak penjual sate. Begitu aku berhenti makan, maka suasana senyap yang mencekam segera semakin melingkupiku. Kurasakan semilir angin lewat di punggung tanganku, angin yang membuatku merinding sebab terasa dingin yang tidak wajar. Continue reading

7. Doa syukur di antara bintang-bintang

Pukul telah menunjukkan lewat tengah malam ketika aku sampai di “rumah”. Rumah disini maksudnya adalah sebuah unit apartemen HDB (Home Development Board). Walaupun namanya apartemen, tapi bukan seperti pengertian apartemen di Indonesia yang serba mewah. HDB disini adalah unit-unit apartemen sederhana. Bila yang dimaksud adalah apartemen yang mewah, disini disebut sebagai condominium. Continue reading

5. Arti sebuah perjalanan bernama kehidupan (I)

Bunyi warning low-batt notebookku membuyarkan lamunanku. Tidak terasa waktu telah hampir pukul 23.00. Kutatap catatan-catatan, sticky notes, dan laporan-laporan yang berserakan di meja kerjaku. Kuputuskan untuk meneruskan beberapa di rumah. Segera kututup notebookku dan memasukkannya ke dalam tas ransel. Akupun bergegas meninggalkan kantor dengan sebelumnya mematikan semua lampu. Continue reading

4. Keberuntungan = Persiapan + Kesempatan = Anugrah

Dengan tangan sedikit dingin karena grogi dan menghela nafas panjang, kujawab handphoneku.
“Halo….?”

“Hello, Mr. Priyanto?”, terdengar suara seorang laki-laki di ujung telpon dengan logat asia.
“Yes, this is Fajar speaking”, jawabku dengan suara se-PD mungkin. Continue reading